Dr Peyron, pemimpin Rumah Sakit Jiwa di desa Saint-Remy menulis dalam catatannya bahwa Van Gogh telah menderita gangguan jiwa acute mania, hallucinogenic dan epilepsi dalam waktu yang tidak menentu. Walaupun begitu, Van Gogh tampak tidak terpengaruh oleh penyakit jiwanya yang akut, ia terus berkarya dan menghasilkan beberapa seri lukisan yang mengagumkan selama dirawat di rumah […]

> View article

Pada bulan Februari 1888 Van Gogh meninggalkan Paris dan pergi ke kota Arles di Provence, Perancis. hingar-bingar kota Paris telah membuatnya kelelahan, baik mental maupun tubuhnya, dan Ia merindukan kehidupan yang tenang di pedesaan. Di Provence, Van Gogh berharap bisa menemukan cahaya dan atmosfer yang mempesona seperti yang terdapat dalam karya cetak dari Jepang. Selain […]

> View article