Degas sering kali pergi mengunjungi pertunjukan ballet dan opera, dimana ia menemukan berbagai subjek untuk lukisan-lukisan karyanya, tidak hanya pada saat pertunjukan sedang berlangsung tetapi juga dalam situasi yang tidak terduga dari sudut pandang di pinggir panggung dan ruangan studio latihan. Degas tidak pernah mau menerima label “impressionist” yang disematkan padanya. Berbagai karyanya yang seakan […]

> View article

Di awal tahun 1897 Pissarro memulai sebuah seri lukisan yang menggambarkan persimpangan jalan-jalan (boulevards) Montmartre, Haussmann dan des Italiens, rues de Richelieu dan Drouot. Antara tanggal 10 Februari dan 17 April Pissarro menghasilkan 14 lukisan pemandangan Boulevard Montmartre, dan Boulevard des Italiens. Lukisan “Boulevard Montmartre, morning, cloudy weather” merupakan sebuah lukisan yang dihasilkan dengan penuh […]

> View article

Ritme (Rhythm) merupakan pusat komposisi dari berbagai lukisan yang dihasilkan oleh sang maestro Pelukis Australia; Rupert Bunny dalam seri terakhir lukisan-lukisan karyanya yang ia sebut sebagai ‘Danse Chromatique’. Lukisan “The Rape of Persephone” merupakan sample penting kejeniusan Bunny dalam mengolah palet Warna, Komposisi dan gesture para figur di atas kanvas. Aliran energi yang mengalir tampak […]

> View article

Dr Peyron, pemimpin Rumah Sakit Jiwa di desa Saint-Remy menulis dalam catatannya bahwa Van Gogh telah menderita gangguan jiwa acute mania, hallucinogenic dan epilepsi dalam waktu yang tidak menentu. Walaupun begitu, Van Gogh tampak tidak terpengaruh oleh penyakit jiwanya yang akut, ia terus berkarya dan menghasilkan beberapa seri lukisan yang mengagumkan selama dirawat di rumah […]

> View article

Victor Henri Rochefort, Marquis de Rochefort-Luçay (1830-1913) adalah seorang penulis dan politikus Perancis, pada tahun 1870 ia diangkat menjadi anggota dari the Government of National Defence, dan secara terbuka mengekspresikan rasa simpatinya kepada kaum Communards. Setahun kemudian pada tahun 1871 Rocherfort ditangkap dan dihukum berdasarkan hukum militer, di penjara seumur hidup, lalu dipindahkan ke kepulauan […]

> View article

Lukisan ini mengilustrasikan sebuah kisah dalam Alkitab dari Injil Yohanes pasal 21. Setelah kebangkitannya, Kristus menampakkan dirinya di hadapan para Rasul yang sedang memancing di Galilea. Drama dari kejadian supernatural dimana Kristus menampakkan dirinya setelah akhir dari hidupnya di dunia, sangat cocok dengan style khas Tintoretto. Figur Kristus tampak hampir transparan, kakinya tidak meninggalkan jejak […]

> View article

Dikenal sebagai salah satu pelukis paling innovative di abad ke-19, Edgar Degas sering mengombinasikan teknik lukis tradisional dengan teknik yang unorthodox. Dalam komposisi “Ballet at the Paris Opéra”, sang artist dengan kreatif menggabungkan teknik monotype, yang jarang digunakan saat itu, dengan medium pastel yang rapuh. Dideskripsikan sebagai “the powder of butterfly wings,” pastel merupakan medium […]

> View article