Degas sering kali pergi mengunjungi pertunjukan ballet dan opera, dimana ia menemukan berbagai subjek untuk lukisan-lukisan karyanya, tidak hanya pada saat pertunjukan sedang berlangsung tetapi juga dalam situasi yang tidak terduga dari sudut pandang di pinggir panggung dan ruangan studio latihan. Degas tidak pernah mau menerima label “impressionist” yang disematkan padanya. Berbagai karyanya yang seakan […]

> View article

Dikenal sebagai salah satu pelukis paling innovative di abad ke-19, Edgar Degas sering mengombinasikan teknik lukis tradisional dengan teknik yang unorthodox. Dalam komposisi “Ballet at the Paris Opéra”, sang artist dengan kreatif menggabungkan teknik monotype, yang jarang digunakan saat itu, dengan medium pastel yang rapuh. Dideskripsikan sebagai “the powder of butterfly wings,” pastel merupakan medium […]

> View article

Sebagai seorang anggota dari German Der Blaue Reiter movement, pada tahun 1911 August Macke untuk pertama kalinya bertemu dengan Robert Delaunay seorang pelukis modern dari Perancis, Macke sangat kagum dengan karya-karya lukis Delauney yang unik dan penuh warna. Pertemuan dengan Delauney selanjutnya mempengaruhi karya-karya lukis yang dihasilkan oleh Macke, menghasilkan karya-karya yang lebih dinamis dan […]

> View article