Ritme (Rhythm) merupakan pusat komposisi dari berbagai lukisan yang dihasilkan oleh sang maestro Pelukis Australia; Rupert Bunny dalam seri terakhir lukisan-lukisan karyanya yang ia sebut sebagai ‘Danse Chromatique’. Lukisan “The Rape of Persephone” merupakan sample penting kejeniusan Bunny dalam mengolah palet Warna, Komposisi dan gesture para figur di atas kanvas. Aliran energi yang mengalir tampak […]

> View article

Dr Peyron, pemimpin Rumah Sakit Jiwa di desa Saint-Remy menulis dalam catatannya bahwa Van Gogh telah menderita gangguan jiwa acute mania, hallucinogenic dan epilepsi dalam waktu yang tidak menentu. Walaupun begitu, Van Gogh tampak tidak terpengaruh oleh penyakit jiwanya yang akut, ia terus berkarya dan menghasilkan beberapa seri lukisan yang mengagumkan selama dirawat di rumah […]

> View article

Sebagai seorang anggota dari German Der Blaue Reiter movement, pada tahun 1911 August Macke untuk pertama kalinya bertemu dengan Robert Delaunay seorang pelukis modern dari Perancis, Macke sangat kagum dengan karya-karya lukis Delauney yang unik dan penuh warna. Pertemuan dengan Delauney selanjutnya mempengaruhi karya-karya lukis yang dihasilkan oleh Macke, menghasilkan karya-karya yang lebih dinamis dan […]

> View article

Melalui lukisan ini, William Stanley Haseltine melukiskan komposisi pemandangan dari sebuah formasi bebatuan kasar di pesisir kepulauan Italia. Sebuah Arco Naturale (Arc Alami) menjulang dengan bentuk yang kasar dan keras khas bebatuan faraglioni, kontras dengan langit dan laut biru yang tenang. Di atas karang terjal di bagian paling kiri lukisan ini, nampak reruntuhan dari Villa […]

> View article

Lukisan ini pertama kali di pamerkan di Annual Exhibition of the National Academy of Design pada musim semi tahun 1846, dengan judul Italian Sunset. Tidak seperti pasangannya “Il Penseroso” yang dilukis berdasarkan lokasi nyata dekat danau Nemi dengan kota Nemi yang digambarnya pada tahun 1832, “L’Allegro” menggambarkan pemandangan ideal yang sesuai dengan visi imajinasi sang […]

> View article

Pada bulan Februari 1888 Van Gogh meninggalkan Paris dan pergi ke kota Arles di Provence, Perancis. hingar-bingar kota Paris telah membuatnya kelelahan, baik mental maupun tubuhnya, dan Ia merindukan kehidupan yang tenang di pedesaan. Di Provence, Van Gogh berharap bisa menemukan cahaya dan atmosfer yang mempesona seperti yang terdapat dalam karya cetak dari Jepang. Selain […]

> View article

Van Gogh mulai melukis lukisan Irises ini setahun sebelum kematiannya pada tahun 1890, saat ia menjadi pasien di rumah sakit jiwa Saint-Remy. Van Gogh sering melukis untuk menjaga dirinya menjadi gila, dan lukisan ini merupakan salah satu yang di lukis pada masa-masa dimana jiwa Van Gogh sedang rapuh dan tergoncang. Van Gogh mengirim lukisan ini […]

> View article

Pemandangan anak-anak sedang bermain di bawah langit dengan gambaran besar komposisi alam bumi yang hijau dan natural, Fragonard membuka lukisannya dengan sebuah presentasi visi alami, alam yang belum dikuasai oleh peradaban manusia. Pemandangan dalam lukisan ini bukanlah pemandangan yang berasal dari sebuah hutan alami tetapi berasal dari taman di Villa dEste (Italia). Fragonard menghabiskan waktunya […]

> View article

Fokus dari lukisan ini adalah untuk menggambarkan kecintaan Monet pada taman bunga yang ia bangun di halaman rumahnya, ada taman air dan sebuah kolam kecil dengan jembatan khas Jepang membentang ditengahnya. Pada seri lukisan “water-lily” ketiga ini (1897-1899), Monet melukiskan bunga lily yang bermekaran di kolam dengan warna biru yang lembut dan hijau yang alami. […]

> View article

Pada tahun 1878, Monet pindah ke kota Vetheuil, dekat sebuah sungai sebelah barat kota Paris, Perancis. Ia tinggal menetap di Vetheuil, merasa bahwa kota ini bisa menjadi tempat pelariannya dari hiruk-pikuk kehidupan kota besar dan memberikannya kesempatan untuk membangun sebuah taman bunga di pinggir sungai. Dalam lukisan ini Monet merepresentasikan bunga nasturtiums yang menjalar tumbuh […]

> View article