Degas sering kali pergi mengunjungi pertunjukan ballet dan opera, dimana ia menemukan berbagai subjek untuk lukisan-lukisan karyanya, tidak hanya pada saat pertunjukan sedang berlangsung tetapi juga dalam situasi yang tidak terduga dari sudut pandang di pinggir panggung dan ruangan studio latihan. Degas tidak pernah mau menerima label “impressionist” yang disematkan padanya. Berbagai karyanya yang seakan […]

> View article

Dikenal sebagai salah satu pelukis paling innovative di abad ke-19, Edgar Degas sering mengombinasikan teknik lukis tradisional dengan teknik yang unorthodox. Dalam komposisi “Ballet at the Paris Opéra”, sang artist dengan kreatif menggabungkan teknik monotype, yang jarang digunakan saat itu, dengan medium pastel yang rapuh. Dideskripsikan sebagai “the powder of butterfly wings,” pastel merupakan medium […]

> View article

“Sebelumnya saya telah memecah-mecah tubuh manusia, dan kali ini saya akan menyusunnya kembali” kata Léger. Permukaan halus dari lukisan figur wanita ini, bunga-bunga yang dipegangnya, dan sebuah buku dipelukannya memberikan kesan benda-benda mekanis yang disusun menjadi satu. Palet warna yang memberikan kesan berkilau seperti metal dan bentuk yang geometris merupakan style khas Léger pada periode […]

> View article